Tuesday, January 8, 2013

Kancing Baju

Pagi ini, hari ini, sebelum berangkat ke kampus saya sengaja berlama-lama di depan cermin. Bukan karena sedang jatuh cinta, Ingin saja mengenal lebih dalam seseorang di cermin sana, yang tak lain adalah diri saya. Lumayan manis, biar tak masuk yang orang kategorikan cantik, yang penting good looking lah ya [LOL]. Tapi sebenarnya bukan itu yang ingin saya sampaikan disini.
Pagi ini, hari ini, tanpa sadar saya salah memasukan kancing baju kemeja saya, Kancing baju paling atas masuk di rumah kancing kedua dari atas, sehingga menjadikan kemeja yang saya kenakan terlihat tak seimbang, antara sisi kanan dan sisi kiri. Bagaimana membahasakan kejadian ini dengan baik ya? Orang Jawa khususnya di daerah tempat saya lahir biasa menyebutnya dengan ‘junjing’ tak tahu jika orang Jawa di daerah lain. Sepertinya terminologi yang kita miliki dalam bahasa Indonesia memang terbatas. Namun, saya yakin tak sedikit orang juga pernah mengalaminya.

Pagi ini, hari ini, kejadian pagi ini yang kemudian mengantarkan saya pada ribuan hari silam dan ratusan kilometer jarak dari tempat berpijak saya saat ini.
Pagi ini, hari yang lalu, saya bertemu dengan sosok mulia, saya panggi ia Ibu. Usia saya masih lima tahunan, hari-hari pertama memasuki Sekolah Dasar. Usai ritual mandi pagi, kini giliran Ibu mengambil alih tubuh mungil saya. Sudah dipersiapkan oleh Ibu minyak kayu putih, seragam merah putih, sisir, pita, dan aksesoris lainnya.
Pagi ini, hari yang lalu, telapak tangan Ibu menyapu perut saya, ramuan kayu putih menambah aroma hangat pagi yang lumayan mendung, seperti pagi ini pada hari ini, mendung.
Pagi ini, hari yang lalu, seperti pagi-pagi yang akan datang hingga saya sudah dianggap mapan untuk melakukan segala sesuatunya tentang persiapan berangkat sekolah dengan mandiri. Ibu membimbing saya mengenakan seragam merah putih. Kemeja putih sudah saya kenakan, masih giliran Ibu mengambil bagian. Dikancingkannya kemeja saya. Dari bawah ke atas, bukan dari atas ke bawah seperti yang selama ini banyak saya lakukan.
Pagi ini, hari yang lalu, rambut kepang kuda, pita sana-sini, aroma kayu putih, sepatu, tas, dan usai sudah ritual persiapan sekolah. Dan, agenda hari-hari berikutnya adalah sama, hingga saya mempunyai saudara muda, dan dirasa mampu melakukan segala sesuatunya sendiri.
Pagi ini, hari ini, kenangan lalu dengan Ibu, yang pada akhirnya memberi ruh baru untuk selalu melakukan perubahan ke arah yang lebih baik, dari bawah ke atas, dari yang kecil ke yang besar, begitu seterusnya.
Pagi ini, hari ini, setelah berfantasi dengan masa lalu, saya melenggang ke kampus. Banyak yang dapat kita capai untuk hari esok. Terima kasih untuk filosofi kancing baju ini Ibu.

No comments:

Post a Comment