Tuesday, February 7, 2012

Yang Pertama...

                Hemph…
                Sengaja kuhitung ini adalah malam minggu kedua di tahun 2012, iseng-iseng aja ngitung malam minggu, padahal jelas aku tak punya kepentingan di malam yang kebanyakan orang menyebutnya adalah malam paling panjang jika dibanding enam malam lainnya…
                Hasrat untuk menulisku kembali muncul, ini saat-saat yang begitu aku rindui…entah berapa banyak waktu dan kejadian  yang telah aku lewati tanpa kutorehkan dengan rangkaian huruf untuk sekedar berbagi dengan jiwaku yang lain…


                Malam ini, semuanya sudah aku persiapkan, musik dari mulai music Barat Daniel Badingfield dengan If You’re Not the One, Craig David, Maria Carey, Westlife dan kawan-kawannya, Kitaro, Jazz, lagu lokal juga telah  kupersiapkan, makanan semi berat ‘sosis dan jagung naga’ (yang pedesnya…bikin bibir sampe perih banget), air putih juga, pokoknya semua lengkap, sempurna untuk menemaniku malam ini. J
                Semuanya belum mencapai garis finish, bakhan perjalanku sebagai seorang anak manusia, rasanya baru saja dimulai…19 tahun, usia yang masih terlalu muda untuk mengerti hidup. Tiba-tiba saja ingin membicarakan diriku.
                Tentang prestasi, demi predikat berbakti kepada kedua orang tuaku…yaaah semua tahu aku begitu menghindari bangku kuliah di semester ini. tapi sungguh, malas bukanlah alasanku untuk sering kali bolos di beberapa mata kuliah. aku mengapresiasi setiap mata kuliah dengan caraku sendiri. Aku bukanlah tipe orang yang betah duduk berlama-lama tanpa ada yang dapat aku lakukan di kelas. Kadang  berjam-jam duduk diperpustakaan sebagai ganjaran atau ganti tidak masuk kuliah lebih aku sukai, menyelami luasnya ilmu, seperti berdialog dengan yang nulis buku. Itulah aku, berharap semua mengerti dan memahami keadaanku.
                Minggu-minggu ini adalah bagaimana aku mempertaruhkan integritasku sebagai mahasiswi, organisatoris, dan part timer. Enam bulan sudah, rasanya begitu singkat, rasanya baru kemaren sore aku diperlakukan tidak adil oleh seniorku dalam ospek, kini tanpa kusadari semester empat menyapa. Dan semuanya harus di pertaruhkan dalam pesta intelektual yang akan berakhir dalam hitungan hari ke depan.
                Tentang teman dan persahabatan…aku bersyukur mengenal mereka, menjadi bagian dari hidup mereka, hingga suatu saat nanti mereka akan menceritakan kepada anak mereka bahwa aku adalah karibnya, begitu pula dengan aku. J
                Kemudian tentang rasa…
                Aku meyantap sosis nagaku…pedaaas tak karuan, kuteguk setengah gelas air putih yang telah kusiapkan tadi, rupanya tak mampu menjadi obat, kuteguk lagi hingga hanya bersisa beberapa tetes.
                Menahan napas, sesak…
                Rasa ini kunamakan cinta…
                Haaai…Lama tak menyapamu kawan…sedikit terlupa tentangmu…maaf aku memang sengaja melupakanmu, karena mengingatmu hanya akan membuat luka semakin menyayat, kemudian Tuhan dengan caranya mengingatkanku, bahwa hati ini telah terlalu lama dibiarkan oleh tuannya.
                Awalnya aku hanya mencintai dengan caraku, mencintai dalam diam…
                Terlihat menyayat?
                Ah, tidak juga, aku menikmatinya…mencintai dengan caraku…Tanpa ia ketahui, cinta tanpa pamrih, bukankah itu mulia? Merasakan getaran ketika hati mendesir mengingatnya… Mengintipnya dibalik awan ketika rindu menyapa…Semuanya aku jalani, ringan tak ada beban…
                Hingga akhirnya, ia merasa ada seseorang yang mengintipnya dari kejauhan… Memperhatikannya dari balik hujan…Dan ia pun tahu…
                Aku menyesalinya…ingin pergi dan tak mengenalinya…atau biar dia yang tak mengenaliku… Menyesal kenapa rasa ini harus ia ketahui dan akhirnya akan membuatku mengharap rasanya…
                Tuhan dengan jemariNya kembali menyadarkan lamunanku…menyampaikan ayatnya ‘Segalanya indah, tak ada yang perlu untuk disesali…’
                Kulirik jagung bakar yang sedari tadi meronta untuk dicicipi…Pedasnya masih terasa, kualihkan pandanganku ke layar laptop, puta-pura tak tahu ratusan mata menatapku sedih, karena aku tak mau menyentuhnya sama sekali…
Yang Pertama
Apa itu cinta?
Cinta itu adalah rute trem bawah tanah London
Mereka bilang cinta itu indah…?
Cinta yang indah hanyalah kecintaan kita kepada keharmonisan
Tetapi bukankah cinta juga menyakitkan?
Cinta menyakitkan bagi mereka yang tidak bisa menjaga keseimbangan
Apa kau percaya pada kesempurnaan dan kemurnian cinta?
Even in the greatest masterpiece we can still find its defect,
Apa kau pernah jatuh cinta?
Itu retoris
Apa hal yang paling membahagiakan dari cinta?
Saat kau mengetahui bahwa cintamu berada dalam keharmonisan
Apa hal yang paling menyedihkan dari cinta?
Hmm…ketika kau mengetahui bahwa orang yang kau cintai berada di tepian sementara kau tidak bisa apa2 untuk membawanya kembali ke keseimbangan…
Lantas siapa kau sebenarnya?
Aku hanyalah seorang pujangga muda yang baru saja mulai mencari makna sederhana dari rumitnya cinta.
-Antologi Puisi-



No comments:

Post a Comment