Friday, August 31, 2012

Tentang Rasa...

Episode selanjutnya adalah tentang  bagaimana menyembunyikan sebuah rasa…masa transisi dari putih abu-abu menuju the real society atau masyarakat yang sesungguhnya, berada di bangku kuliah…bagiku bangku kuliah adalah bagaimana aku melukis indah masa depan, bukan lagi di putih biru atau putih abu-abu…awal semester, genderang masa adaptasi pun ditabuh…menjadi seperti aku ketika masa SMA adalah hal yang begitu sulit…
#temen-temen tau kan???
Menggambarkan susasana hati saat itu adalah simalakama…Dimakan bapak mati…dibiarkan ibu yang mati…Begitu dilematis…
Aku tak dapat memungkiri bahwa rasa itu memang ada dan nyata…aku tak pernah meminta agar cinta ini jatuh padanya…semuanya begitu singkat… Berawal dari frekuensi pertemuan yang semakin padat karena memang takdir selalu mempertemukan kami…
Di kantin ketika jam makan, di kantor, di lab, di parkiran, di jalan, di gerbang, seperti bumi ini adalah miliknya…dimana-mana ia ada…Bersembunyipun sia-sia, karena sebuah tanggung jawab dan amanah memaksaku untuk selalu berinteraksi dan bertemu dengannya…Saat itulah, saat dimana aku percaya adagium jawa ‘witing tresno jalaran soko kulino’….
Mati kutu, tak terbantahkan.. >,<
Maju kena, mundur kena…
“udah makan dek??”, “Ayo tahajud”, “Belajar..belajar…”
Heeemph…perhatian, satu kata yang mungkin dapat menjadi jastifikasi kenapa pada akhirnya aku jatuh hati padanya. Awalnya merasa kalo ini hanya sebuah ‘ke-ge-er-an’ yang nyata..hahah Tapi makin lama kok masih terus seperti ini yaaa… :o
Hingga pada akhirnya hal yang aku tunggu-tunggupun datang juga…
Singkat cerita, aku tahu isi hatinya, dan ia pun tahu apa yang ada dalam hati ini tapi fatalnya ia tak mengerti apa yang aku mau…Banyak temen-temen yang bilang aku beruntung..(hahah…) dewasa, sholat, kajian, kerabat petinggi universitas, cakep juga, hahah
Jalan bareng??? Pacaran??
Sesaat memang ingin sekali menuruti apa yang aku sebut nafsu…
Aku suka, dia suka, masalah buat loe.. :p
Tapi nampaknya tak semudah itu, bayangan masa lalu…hahah
Tiga tahun lebih dalam godokan akidah, tauhid dan ibadah… Hati, logika, dan rasio ku masih dapat aku pakai walaupun hati bergeming, dan meronta tak ingin ikut rempugan…hahah
Masa-masa dimana perasaan harus dikorbankan… deeeesss
Liburan dimulai, liburan buatku bukan berarti mudik pulang ke kampung halaman. Aku masih harus menyelesaikan pekerjaan dan tugas yang terbengkalai, ada acara juga di beberapa hari kedepan, hingga memaksaku untuk tetap bersemedi dalam pingitan di asrama.
Stress?? Jelaas….
Aktivitas yang begitu jauh dari rutinitas harianku… asrama sepi, kampus sepi, jalanan juga sepi, stok film habis, hotspot asrama error, parahnya warung makanpun kebanyakan tutup. Sedih banget gag siih??? L
Tak ada agenda lain selain memikirkannya…memikirkan bagaimana aku meluruskan yang bengkok dengan kelembutan. hahahahay
“mas, kok kita jadi deket banget kayak gini yaaa…kita kan gag pacaran..dan aku juga gag mau pacaran lo mas…”
Setega itukah aku??
Jelas kata-kata itu langsung masuk daftar eliminasi. Tapi jujur deh, bingung banget… >,< Disisi lain bener-bener ingin menjaga amanah ayah dari anak-anakku besok…hahaha… Tapi di sisi lain, rasa memang tak pernah bohong.. (bukan iklan lo yaaa..) Apa lagi sampai menyakitinya (takut besok aku disakiti orang.. L)
Pemilihan diksi yang tepat agar tak ada yang merasa tersinggung atau sakit Karena kata-kataku (aplikasi pelajaran bahasa indonesia dan materi pengembangan kepribadian …hahah….ilmu harus diamalkan!!! :D )
Pagi-pagi tapi gag buta wkwkkw…
Hapeku meronta agar tuannya mau mengangkat panggilan.
Bla..bla..bla..
Bla..bla..bla..
Daaan…taraaaataaat
“aku, kamu, temenan… :D”
Legaaa banget rasanya…biarpun saat ini ada sedikit penyesalan… L
Hari-hari berikutnya adalah isakan tangis tak henti…ini yang kemudian aku sebut dengan ‘mala rindu’. Ternyata hati ini seperti kehilangan sesuatu yang berharga.. (kriik…kriik)
Aku putuskan mempercepat perpulangan segera setelah semua urusan selesai…rumah, keluarga, sepertinya mampu menjadi tabib…
Benar saja, beberapa hari dirumah dibantu dengan penonaktifan hape, dan rasa itu pun enyah…biarpun terkadang juga masih mampir, sliwar-sliwer…tapi aku berusaha tak menghiraukannya…perbanyak membaca buku, nonton atau berinteraksi denganorang lain. Hindari menyendiri di kamar atau ngelamun sendirian gag jelas..hahah
Nah..akhirnya sampai juga dipenghujung cerita…
Terus apa dong tujuanku nulis capek-capek gini???percuma banget gag sih kalo gag ada ibroh yang bisa kita ambil???
Iyuuuk…
Jadi intinya…
Kayak puisinya A.E. Housman ‘When I was One and Twenty’
Hati-hati memberikan hati dan perasaan…biarpun dia suka, kita juga oke… J
Buat yang berorientasi ‘menikah tanpa pake ritual pacaran’…Saat perasaan itu ada, aku baru saja menginjak masa adaptasi (semester satu masuk ke semester dua…) Kalau dipikir pake logika..jalan menuju ke sebuah ‘katakanlah’ hubungan yang tak main-main pun akan begitu jauh dan jauh…kondisiku dan dia pun masih terbilang labil ‘ababil-ABG labil- hahah…
Komitmen??
Waaah..berat banget pasti jalaninnya…
Yakin deh…
Lebih baik single..sendiri..mau dibilang jomblo ato gag laku mah gag ngurus… :p
Jadi inget pas ikut Spiritual Building Training… “jangan pernah mengikatkan diri pada sesuatu apapun yang belum tentu jika ia adalah kebenaran, jika ia adalah hak kita..”
Tau maksudnya dong…heheh
Representasinya mungkin seperti merdeka tapi dijajah…
Dan sekarang ganti orientasi..ganti doa juga… :D
“Robb…yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku pada agamaku…mudahkan segala urusan dunia akheratku ya Robb…fokuskan hati dan pikiran ini pada apa yang seharusnya menjadi titik focus.. ‘kuliyah, prestasi, karya…’. Dan hingga pada saatnya nanti ketika jiwa ini memang membutuhkan jiwa yang lain…maka pertemukan kami dengan caraMu yang bijak dan indah…”
This story is taken from my closest friend’s story…bukan untuk membuka luka lama, aib atao apa lah…buat temen-temen yang akan atau bahkan sedang mengalami apa yang tertulis di tulisan ini..semoga dapat menjadi rebuah referensi…




4 comments:

  1. mungkin hal ini memang menjadi masalah bagi temen-temen yang berada pada usia remaja, tapi yang aku dapet dari tulisan ini adalah pola pikir yang berbeda dalam penyelesaian masalah dari kebanyakan remaja yang mengalaminya,,,,
    dan mungkin ini hanya merupakan satu remaja Indonesia dari 10.000 atau bahkan lebih yang berpola pikir seperti ini. Dan aku beruntung telah menjadi remaja yang membacanya,,,he33x
    ditunggu tulisan inspiratif selanjutnya miss,,,he3x

    ReplyDelete
  2. font e di ganti dek ..ribet bacane hahah

    ReplyDelete
  3. Hahah...
    Apa iyaa???
    Postingan berikutnya aja ganti fontnya...
    haha

    ReplyDelete