Episode selanjutnya
adalah tentang bagaimana menyembunyikan
sebuah rasa…masa transisi dari putih abu-abu menuju the real society atau masyarakat yang sesungguhnya, berada di
bangku kuliah…bagiku bangku kuliah adalah bagaimana aku melukis indah masa depan,
bukan lagi di putih biru atau putih abu-abu…awal semester, genderang masa
adaptasi pun ditabuh…menjadi seperti aku ketika masa SMA adalah hal yang begitu
sulit…
#temen-temen tau kan???
Menggambarkan susasana
hati saat itu adalah simalakama…Dimakan bapak mati…dibiarkan ibu yang mati…Begitu
dilematis…
Aku tak dapat
memungkiri bahwa rasa itu memang ada dan nyata…aku tak pernah meminta agar
cinta ini jatuh padanya…semuanya begitu singkat… Berawal dari frekuensi
pertemuan yang semakin padat karena memang takdir selalu mempertemukan kami…
Di kantin ketika jam
makan, di kantor, di lab, di parkiran, di jalan, di gerbang, seperti bumi ini
adalah miliknya…dimana-mana ia ada…Bersembunyipun sia-sia, karena sebuah
tanggung jawab dan amanah memaksaku untuk selalu berinteraksi dan bertemu
dengannya…Saat itulah, saat dimana aku percaya adagium jawa ‘witing tresno jalaran soko kulino’….
Mati kutu, tak
terbantahkan.. >,<
Maju kena, mundur kena…
“udah makan dek??”,
“Ayo tahajud”, “Belajar..belajar…”
Heeemph…perhatian, satu
kata yang mungkin dapat menjadi jastifikasi kenapa pada akhirnya aku jatuh hati
padanya. Awalnya merasa kalo ini hanya sebuah ‘ke-ge-er-an’ yang nyata..hahah Tapi
makin lama kok masih terus seperti ini yaaa… :o
Hingga pada akhirnya
hal yang aku tunggu-tunggupun datang juga…
Singkat cerita, aku
tahu isi hatinya, dan ia pun tahu apa yang ada dalam hati ini tapi fatalnya ia
tak mengerti apa yang aku mau…Banyak temen-temen yang bilang aku
beruntung..(hahah…) dewasa, sholat, kajian, kerabat petinggi universitas, cakep
juga, hahah
Jalan bareng???
Pacaran??
Sesaat memang ingin
sekali menuruti apa yang aku sebut nafsu…
Aku suka, dia suka,
masalah buat loe.. :p
Tapi nampaknya tak
semudah itu, bayangan masa lalu…hahah
Tiga tahun lebih dalam
godokan akidah, tauhid dan ibadah… Hati, logika, dan rasio ku masih dapat aku
pakai walaupun hati bergeming, dan meronta tak ingin ikut rempugan…hahah
Masa-masa dimana
perasaan harus dikorbankan… deeeesss
Liburan dimulai,
liburan buatku bukan berarti mudik pulang ke kampung halaman. Aku masih harus
menyelesaikan pekerjaan dan tugas yang terbengkalai, ada acara juga di beberapa
hari kedepan, hingga memaksaku untuk tetap bersemedi dalam pingitan di asrama.
Stress?? Jelaas….
Aktivitas yang begitu
jauh dari rutinitas harianku… asrama sepi, kampus sepi, jalanan juga sepi, stok
film habis, hotspot asrama error, parahnya warung makanpun kebanyakan tutup.
Sedih banget gag siih??? L
Tak ada agenda lain
selain memikirkannya…memikirkan bagaimana aku meluruskan yang bengkok dengan
kelembutan. hahahahay
“mas, kok kita jadi
deket banget kayak gini yaaa…kita kan gag pacaran..dan aku juga gag mau pacaran
lo mas…”
Setega itukah aku??
Jelas kata-kata itu
langsung masuk daftar eliminasi. Tapi jujur deh, bingung banget… >,< Disisi
lain bener-bener ingin menjaga amanah ayah dari anak-anakku besok…hahaha… Tapi
di sisi lain, rasa memang tak pernah bohong.. (bukan iklan lo yaaa..) Apa lagi
sampai menyakitinya (takut besok aku disakiti orang.. L)
Pemilihan diksi yang
tepat agar tak ada yang merasa tersinggung atau sakit Karena kata-kataku
(aplikasi pelajaran bahasa indonesia dan materi pengembangan kepribadian
…hahah….ilmu harus diamalkan!!! :D )
Pagi-pagi tapi gag buta
wkwkkw…
Hapeku meronta agar
tuannya mau mengangkat panggilan.
Bla..bla..bla..
Bla..bla..bla..
Daaan…taraaaataaat
“aku, kamu, temenan… :D”
Legaaa banget
rasanya…biarpun saat ini ada sedikit penyesalan… L
Hari-hari berikutnya
adalah isakan tangis tak henti…ini yang kemudian aku sebut dengan ‘mala rindu’.
Ternyata hati ini seperti kehilangan sesuatu yang berharga.. (kriik…kriik)
Aku putuskan
mempercepat perpulangan segera setelah semua urusan selesai…rumah, keluarga,
sepertinya mampu menjadi tabib…
Benar saja, beberapa
hari dirumah dibantu dengan penonaktifan hape, dan rasa itu pun enyah…biarpun
terkadang juga masih mampir, sliwar-sliwer…tapi aku berusaha tak
menghiraukannya…perbanyak membaca buku, nonton atau berinteraksi denganorang
lain. Hindari menyendiri di kamar atau ngelamun sendirian gag jelas..hahah
Nah..akhirnya sampai
juga dipenghujung cerita…
Terus apa dong tujuanku
nulis capek-capek gini???percuma banget gag sih kalo gag ada ibroh yang bisa
kita ambil???
Iyuuuk…
Jadi intinya…
Kayak puisinya A.E.
Housman ‘When I was One and Twenty’
Hati-hati memberikan hati
dan perasaan…biarpun dia suka, kita juga oke… J
Buat yang berorientasi
‘menikah tanpa pake ritual pacaran’…Saat perasaan itu ada, aku baru saja
menginjak masa adaptasi (semester satu masuk ke semester dua…) Kalau dipikir
pake logika..jalan menuju ke sebuah ‘katakanlah’ hubungan yang tak main-main
pun akan begitu jauh dan jauh…kondisiku dan dia pun masih terbilang labil
‘ababil-ABG labil- hahah…
Komitmen??
Waaah..berat banget
pasti jalaninnya…
Yakin deh…
Lebih baik
single..sendiri..mau dibilang jomblo ato gag laku mah gag ngurus… :p
Jadi inget pas ikut
Spiritual Building Training… “jangan pernah mengikatkan diri pada sesuatu
apapun yang belum tentu jika ia adalah kebenaran, jika ia adalah hak kita..”
Tau maksudnya dong…heheh
Representasinya mungkin
seperti merdeka tapi dijajah…
Dan sekarang ganti
orientasi..ganti doa juga… :D
“Robb…yang
membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku pada agamaku…mudahkan segala urusan
dunia akheratku ya Robb…fokuskan hati dan pikiran ini pada apa yang seharusnya
menjadi titik focus.. ‘kuliyah, prestasi, karya…’. Dan hingga pada saatnya
nanti ketika jiwa ini memang membutuhkan jiwa yang lain…maka pertemukan kami
dengan caraMu yang bijak dan indah…”
This story is taken
from my closest friend’s story…bukan untuk membuka luka lama, aib atao apa
lah…buat temen-temen yang akan atau bahkan sedang mengalami apa yang tertulis
di tulisan ini..semoga dapat menjadi rebuah referensi…
mungkin hal ini memang menjadi masalah bagi temen-temen yang berada pada usia remaja, tapi yang aku dapet dari tulisan ini adalah pola pikir yang berbeda dalam penyelesaian masalah dari kebanyakan remaja yang mengalaminya,,,,
ReplyDeletedan mungkin ini hanya merupakan satu remaja Indonesia dari 10.000 atau bahkan lebih yang berpola pikir seperti ini. Dan aku beruntung telah menjadi remaja yang membacanya,,,he33x
ditunggu tulisan inspiratif selanjutnya miss,,,he3x
Jangan terlalu berlebihan...
ReplyDeletefont e di ganti dek ..ribet bacane hahah
ReplyDeleteHahah...
ReplyDeleteApa iyaa???
Postingan berikutnya aja ganti fontnya...
haha